Muhammad Ainul Yaqiin d. estimated 1582
From Rodovid EN
Person:26353
| Lineage | Pajang |
| Sex | Male |
| Full name (at birth) | Muhammad Ainul Yaqiin |
| Other given names | Sunan Giri, Kanjeng Sultan Hadiwijoyo, Kanjeng Raden Hadiwijoyo, Kanjeng Sultan Kasunanan Pajang, Raden Mas Hadiwijoyo, Sri Datuk Palembang, Datuk Palembang, Mas Karebet, Joko Tingkir, Jaka Tingkir, Jaka Samudra, Joko Samudro |
| Parents | |
Events
child birth: ♂ Pangeran Hadipati Benowo / Sultan Prabuwijaya
child birth: ♂ Kanjeng Pangeran Haryo Sindusono
child birth: ♂ w Pangeran Benawa / Sultan Prabuwijaya (AbdulHalim) d. 1587
child birth: ♀ Ratu Pembayun / Ratu Gelampok
child birth: ♀ Putri (no 13)
child birth: ♀ Ratu Mas Kumelut [Tuban]
child birth: ♀ Ratu Mas Adipati [Surabaya]
child birth: ♀ Ratu Mas Banten
child birth: ♀ Ratu Mas Japara
child birth: ♂ Pangeran Sindusena / Kanjeng Pangeran Tumenggung Sindusena
child birth: ♂ Raden Arya Tambakbaya
child birth: ♂ Ki Bimotjili
child birth: ♂ Sumoningrat
marriage: ♀ Raden Rara Wuragil
marriage: ♀ Raden Rara Wuragil
estimated 1582 death:
From grandparents to grandchildren
Grandparents
birth: 1297, Samarqand, Uzbekistan
confirmation: Datang Ke Jawa tahun 1404
immigration: WISATA ZIARAH KE SYEKH MAULANA MAGHRIBI PARANGTRITIS
marriage:
marriage: ♀ 4.3.1.2. Dewi Rasa Wulan
death: 1419, Desa Gapurosukolilo-Kota Gresik-Jawa Timur
confirmation: Datang Ke Jawa tahun 1404
immigration: WISATA ZIARAH KE SYEKH MAULANA MAGHRIBI PARANGTRITIS
marriage:
marriage: ♀ 4.3.1.2. Dewi Rasa Wulan
death: 1419, Desa Gapurosukolilo-Kota Gresik-Jawa Timur
♂ 7. Maulana Muhammad 'Ali Akbar (lahir di Nasarabad, Tahun 1312 M),
birth: 1312, Naserabad, Delhi, India
♂ 8. Maulana Muhammad Al-Baqir (Syekh Subaqir, Lahir di Nasarabad India, Tahun 1314 M)
birth: 1314, Nasarabad India
♂ 18. Syarif Hasan Jumadil Kubra (1)
birth: 1413, Wajo, Sulawesi Selatan
title: 1453, Menjadi Syekh Mufti Kesultanan Gowa, bertepatan dengan wafatnya Sayyid Husain Jamaluddin Jumadil Kubra
death: 1591, Wajo, Sulawesi Selatan
title: 1453, Menjadi Syekh Mufti Kesultanan Gowa, bertepatan dengan wafatnya Sayyid Husain Jamaluddin Jumadil Kubra
death: 1591, Wajo, Sulawesi Selatan
♂ 13. Ibrahim Zainuddin Asghar Champa Yang Bergelar Sultan Zainal Abidin II Diraja Champa
birth: 1357, Champa
Grandparents
Parents
Parents
== 3 ==
♀ Raden Rara Wuragil
birth: welajar inkang kaaturaken Peloro-loro Pajang / Sultan Pajang
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
birth: Level 1 = Putera ke 8 dari Sultan Trenggono Demak Bintoro
marriage: ♂ Joko Tingkir / Sultan Hadiwidjoyo (Mas Karebet/Abdurrochman)
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
marriage: ♂ Joko Tingkir / Sultan Hadiwidjoyo (Mas Karebet/Abdurrochman)
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
marriage: ♂ Muhammad Ainul Yaqiin
== 3 ==
Children
♂ Arya Pangiri ? (Sultan Ngawantipura)
marriage: ♀ Ratu Pembayun
marriage: ♀ Ratu Pembayun / Ratu Gelampok
title: 1583 - 1586, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Ngawantipura
marriage: ♀ Ratu Pembayun / Ratu Gelampok
title: 1583 - 1586, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Ngawantipura
♂ 4.1.1.3.1.1. Panembahan Ratu / Pangeran Mas (Zainul Arifin)
marriage: ♀ Ratu Harisbaya
marriage: ♀ Ratu Pembayun / Ratu Gelampok
title: 1570 - 1649, Cirebon, Sultan Cirebon IV
marriage: ♀ Ratu Pembayun / Ratu Gelampok
title: 1570 - 1649, Cirebon, Sultan Cirebon IV
♂ w Pangeran Hariyo Permalat ? (Pangeran Aryo Pamalad)
marriage: ♀ Ratu Mas Kumelut [Tuban]
occupation: 1669 - 1686, Tuban, Bupati Tuban XV / Bupati Mancanegara
occupation: 1669 - 1686, Tuban, Bupati Tuban XV / Bupati Mancanegara
♂ Ki Juru Martani / [Br.6.1.1.2.1] (Adipati Mandaraka)
birth: Versi 1 : http://www.jatiningjati.com/2009/08/akan-banyak-orang-yang-tidak-percaya.html
Versi 2 : http://kincho-ngerang.blogspot.com/
Versi 3 : http://kiagengmandaraka.blogspot.com/2011/06/saya-pengagum-beliau.html
marriage: ♀ Ratu Mas Banten
title: 1601 - 1613, Mataram, Patih Kesultanan Mataram
death: 1615
marriage: ♀ Ratu Mas Banten
title: 1601 - 1613, Mataram, Patih Kesultanan Mataram
death: 1615
Children
Grandchildren
marriage: ♀ Dyah Banowati / Kanjeng Ratu Mas Hadi
marriage: ♀ Ratu Tulungayu
marriage:
title: 1601 - 1613, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
death: 1613
title: 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak", Sultan Mataram Ke 2 (1601-1613)
marriage: ♀ Ratu Tulungayu
marriage:
title: 1601 - 1613, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
death: 1613
title: 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak", Sultan Mataram Ke 2 (1601-1613)
♂ w Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
birth: Di Desa Brondong – Sedayu Lawas, atau Paciran Lamongan tepi laut utara Jawa.
Kiyahi Ageng Brondong memiliki keturunan Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I, Bupati Sidoarjo yang pertama, diambil dari silsilah pangeran Lanang Dangiran Kyai Ageng Brondong kang sumareh ing pesarehan sentono Botoputih Surabaya.
Pangeran Lanang Dangiran Kiyahi Ageng Brondong.
Kang Sumareh Ing Pesarehan “Sentono Boto Putih” Surabaya
Riwayat Hidup Kiyahi Ageng Brondong Botoputih Suroboyo.
Konon dituturkan Pangeran Kedawung, disebut juga Sunan Tawangalun adalah raja di Blambangan atau dikatakan juga Bilumbangan. Beliau mempunyai 5 orang anak dan diantaranya ialah pangeran Lanang Dangiran. Diceritakan bahwa Lanang Dangiran pada usia 18 tahun bertapa dilauy dan menghanyutkan dirinya diatas sebuah papan kayu sebuah beronjong (alat penangkap ikan), tanpa makan atau minum, arus air laut dan gelombang membawa Lanang Dangiran hingga dilaut jawa dan akhirnya suatu taufan dan gelombang besar melemparkan Lanang Dangiran dengan beronjongnya dalam keadaan tidak sadar, disebabkan karena berbulan-bulan tidak makan dan minum, dipantai dekat Sedayu.
Seluruh badannya telah dilekati oleh karang, keong serta karang-karang (remis) sehingga badan manusia itu seolah-olah ditempeli dengan bakaran jagung yang disebut dengan bahasa jawa “Brondong” Badan Pangeran Lanang Dangiran diketemukan oleh seorang kiyahi yang bernama Kiyahi Kendil Wesi. Pangeran Lanang Dangiran dirawat oleh Kiyahi Kendil Wesi serta istrinya dengan penuh kasih sehingga sadar kembali dan akhirnya menjadi sehat seperti sediakala.
Pangeran Lanang Dangiran menceritakan asal-usulnya kepada Kiyahi Kendil Wesi. Setelah Kiyahi Kendil Wesi mendapat keterangan tentang asal usulnya Pangeran Lanang Dangiran, maka diceritakan oleh Kiyahi tadi bahwa ia juga asal keturunan dan raja-raja di Blambangan yang bernama Menak Soemandi dimana beliau masih satu keturunan dengan Lanang Dangiran.
Lanang Dangiran tinggal dan kumpul dengan Kiyahi Kendil Wesi, dan dianggap sebagai anaknya kiyahi sendiri. Pangeran Lanang Dangiran memeluk agama Islam, karena rajin dan keteguhan imannya serta keluhuran budinya serta kesucian hatinya, maka tidak lama pula ia dapat tampil kemuka sebagai guru Agama Islam, Pangeran Lanang Dangiran berisitrikan putrid dan Ki Bimotjili dan Panembahan di Cirebon yang asal usulnya dituliskan sebagai berikut :
Pangeran Kebumen Bupati Semarang, berisitrikan putrid dan Sultan Bojong, bernama Prabu Widjaja (Djoko Tingkir). Ki Bomotjili adalah salah satu seorang putra dan Pangeran Kebumen tersebut diatas, seorang putri dan Ki Bimotjilimi bersuamikan Pangeran Lanang Dangiran alias Kiyahi Brondong (dimakamkan di Boto Putih).
Nama Brondong diperoleh karena ia diketemukan oleh Kiyahi Kendil Wesi badannya dilekati dengan “Brondong” Kiyahi Kendil Wesi yang waspada dan mengetahui nasib seseorang, mengatakan kepada Lanang Dangiran yang sudah mendapat sebutan Kiyahi Brondong dan masyarakat sekitar tempat Kiyahi Kendil Wesi, supaya pergi ke Ampel Dento Suroboyo, dan meluaskan ajaran Agama Islam, karena di Surabaya Kiyahi Brondong kelak akan mendapat kebahagiaan serta turun temurunnya kelak akan timbul dan tambah menjadi orang-orang yang mulya.
Kemudian Kiyahi Brondong dengan istrinya dan beberapa anaknya yang masih kecil pergi ke Surabaya dan pada Tahun 1595 menetap diseberang timur kali Pegiri’an, dekat Ampel ialah Dukuh Boto Putih (Batu Putih) ditempat baru inilah Kiyahi Brondong mendapatkan martabat yang tinggi dan masyarakat, karena keluhuran budinya Kiyahi Brondong (pangeran Lanang Dangiran) wafat pada tahun 1638 dalam usia + 70 tahun dan meninggalkan 7 orang anak, diantaranya 2 orang laki-laki yaitu : Honggodjoyo dan Honggowongso.
Bupati Sidoarjo yang pertama adalah keturunan dan Honggodjoyo, Kiyahi Ageng Brondong (Pangeran Lanang Dangiran) dikebumikan ditempat kediamannya sendiri di Botoputih Surabaya makamnya dimulyakan oleh putra-putranya dan selanjutnya dihormati oleh turun-turunnya hingga kini. Semoga arwah beliau diterima Allah Swt, dan Allah Swt juga memberikan kepada seluruh keturunannya Kiyahi Ageng Brondong kemulyaan, kesehatan dan kesejahteraan sebagaimana beliau senantiasa mendoakan cucu cicitnya selama hidupnya.
Ada hal penting yang anda ketahui bahwa bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sidoarjo, pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo beserta rombongan merupakan agenda rutin berkunjung ke :
Pesarean Asri ing Pendem untuk nyekar ke makam Bupati pertama Sidoarjo Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I wafat tahun 1863
Ke Pesarehan keluarga Tjondronegoro (belakang masjid Djamik/ Agung Sidoarjo) nyekar Raden Adipati Aryo Panji Tjondronegoro I wafat tahun 1906
Langsung menuju Pesarehan Boto Putih Surabaya ke makam Raden Tumenggung Adipati Aryo Tjondronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono).
title: Surabaya, Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong sebagai PANCER = yaitu Leluhur/nenek moyang Trah Kasepuhan & Kanoman Surabaya / sebagai cikal bakal / pakem Sejarah Kasepuan – Kanoman Surabaya, atau Level 1 = Putera ke 2 Pangeran Kedawung ;
marriage: ♀ Nyai Ageng Brondong
death: 1638
title: Surabaya, Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong sebagai PANCER = yaitu Leluhur/nenek moyang Trah Kasepuhan & Kanoman Surabaya / sebagai cikal bakal / pakem Sejarah Kasepuan – Kanoman Surabaya, atau Level 1 = Putera ke 2 Pangeran Kedawung ;
marriage: ♀ Nyai Ageng Brondong
death: 1638
Grandchildren
(Saudara Ishak /P. Pethak)
Al Husaini
Azmatkhan
Brawijaya
Brawijaya V
Hadiwidjoyo
Joko Tingkir
Juru Martani
Kajoran
Ki Ageng Pengging
Ki Bimotjili
Ki Juru Martani
Mataram
Pajang
Pengging
Ronggolawe
Sultan Pajang - Joko Tingkir
Wuragil
