As of 18 August 2010, you must register to edit pages on Rodovid (except Rodovid Engine).

1.1.1.5.2.1.1.1.3.4. Dalem Raden Soerialaga II / Raden Tumenggung Suryalaga II (Dalem Taloen) b. calculated 1764

From Rodovid EN

Person:906501
Jump to: navigation, search
LAMBANG           KABUPATEN  BOGOR
LAMBANG KABUPATEN BOGOR
Lineage Sumedang Larang
Sex Male
Full name (at birth) 1.1.1.5.2.1.1.1.3.4. Dalem Raden Soerialaga II / Raden Tumenggung Suryalaga II
Other last names Dalem Taloen
Parents

1.1.1.5.2.1.1.1.3. Dalem. Rd. Soerialaga / Soerialaga I / Adipati Kusumadinata [Sumedang Larang]

[1][2][3][4][5][6][7][8][9]

Events

calculated 1764 birth:

child birth: 16. NR. Sekarmirah [Sumedang Larang]

child birth: 17. NR. Warsamirah [Sumedang Larang]

child birth: 18. NR. Natamirah [Sumedang Larang]

child birth: 15. NR. Gandaningroem [Sumedang Larang]

child birth: 14. NR. Renggamoelja [Sumedang Larang]

child birth: 12. Rd. Djajadilaga [Sumedang Larang]

child birth: 13. Rd. Doelkaedah [Sumedang Larang]

child birth: 19. NR. Gandamirah [Sumedang Larang]

child birth: 20. NR. Moenisah [Sumedang Larang]

child birth: 8. Rd. Pangeran Soeriadiningrat [Sumedang Larang]

child birth: 9. Rd. Surianingrat [Sumedang Larang]

child birth: 24. Bapak Dari Rd Kartadjumena [Sumedang Larang]

child birth: 7. Rd. Soerianagara [Sumedang Larang]

child birth: 23. NR. Sitiningroem [Sumedang Larang]

child birth: 21. Rd. Tojim [Sumedang Larang]

child birth: 22. Rd. Ishak [Sumedang Larang]

child birth: 11. Rd. Tisnadilaga [Sumedang Larang]

child birth: 10. Rd. Natadilaga [Sumedang Larang]

child birth: 5. NR. Radjainten / NR. Siti Aminah [Sumedang Larang]

child birth: 3. Dlm. Tmg. Sindangradja Soeriadilaga, III / Rd. Hamzah [Sumedang Larang]

child birth: 6. NR. Radjamira [Sumedang Larang]

child birth: 1. NR. Moertiningrat [Sumedang Larang]

child birth: 2. Rd. Soeriabrata [Sumedang Larang]

marriage: 1.1.1.5.2.1.9.10. NR. Ratnanagara [Pajajaran] b. 1696

marriage: 14. Nyi Raden Hamsyiah [Wiratanudatar] b. calculated 1768

marriage: 1.1.1.4.1.6.1.1.4. Raden Ayu Radjanagara [Sumedang Larang] b. calculated 1789

marriage:

from 1784 - 1789 occupation: Cibalagung, Ciomas, Mantri Gudang Kopi pada perkebunan Kopi

calculated 1786 child birth: (1768+17+1), 4. Patih Rangga Candramenggala [Sumedang Larang] b. calculated 1786 d. 1857

from 4 April 1801 - 1811 title: Bupati Bogor

15 January 1805 title: Mendapat Gelar Tommongong, Den regent van Buitenzorg vereerd met den titul van Tommongong, 15 Januari 1805.

from 1811 - 6 March 1812 title: Karawang, Bupati Karawang (bupati penyelang)

from 6 March 1812 - 16 February 1813 title: Indramayu & Kandanghaur

from 16 February 1813 - 29 September 1814 title: Singaparna, Bupati Sukapura

Notes

Admin : Endang Suhendar alias Idang

RTA. SURYALAGA II /Raden Ema/Dalem Taloen


Raden Tumenggung Suryalaga II adalah putra ke 4 dari Dalem RAA. Suryalaga I, Bupati Sumedang ke 10 (1765-1773). Ketika masih anak-anak, namanya ialah Raden Ema dibesarkan bersama-sama Raden Jamoe (kelak menajdi Pangeran Kornel) saudara sepupunya, Dia putra bupati Sumedang ke 9 yang bernama Raden Adipati Surianagara (1761-1765). Pada saat ayahnya RAA. Surialaga I wafat pada tahun 1773, Raden Ema masih berusia 9 tahun, dan Raden Jamoe 11 tahun, kedua-duanya belum cukup dewasa untuk menjadi pengganti Ayahnya menjadi Bupati Sumedang. Baik Raden Jamu maupun Raden Ema harus menunggu dewasa untuk menjadi Bupati Sumedang, akhirnya selama 3 periode masa jabatan Bupati Sumedang dipimpin oleh Bupati Penyelang atas pilihan Belanda.

Pada masa itu ada kebiasaan bahwa yang diangkat sebagai pengganti bupati sesuatu daerah, haruslah keturunan langsung daripada bupati yang sebelumnya, artinya harus keturunan langsung Bupati setempat atau keluarga dekatnya. Tentu saja yang dianggap akan setia kepada “pemerintah agung”, yaitu Kompeni Belanda. Kalau calon yang berhak dianggap akan bersikap memusuhi Belanda, biasanya disingkirkan dengan berbagai cara. Terkecuali, kalau dari antara keluarga Bupati setempat tidak ada yang layak diangkat sebagai pengganti, dicarilah calon dari tempat lain yaitu yang sudah diketahui kecakapan dan kesetiaannya. Dalam hal ini agaknya Tumenggung Tanubaya dianggap memenuhi syarat itu.

Walaupun dengan perasaan kurang puas, namun keluarga menak Sumedang menerima pengangkatan itu karena memang calon Sumedang yang berhak sendiri masih belum sampai umur. Tetapi ketika dua tahun kemudian Tumenggung Tanubaya berhenti, ternyata yang diangkat bukanlah Jamu yang ketika itu sudah dewasa, melainkan Tumenggung Patrakusumah menantu Tumenggung Tanubaya. Tindakan pemerintah Belanda itu menimbulkan rasa tidak puas di kalangan keluarga menak Sumedang, tetapi juga menimbulkan kecurigaan di pihak Tumenggung Patrakusumah sendiri.

Suasananya sedemikain rupa, sehingga Jamu menganggap perlu untuk menghindar dari Sumedang. Kondisi ini telah menyebabkan seorang pengarang Sunda yang terkemuka, Memed Sastrahadiprawira (1897 – 1932) menulis sebuah roman berdasarkan riwayat hidup Jamu, berjudul Pangeran Kornel (1930) yang sudah pula diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Abdul Muis (1948). Di dalam roman itu Memed menampilkan seorang tokoh (yang mungkin) fiktif, yaitu Demang Dongkol, yang dilukiskan sebagai penghasut yang makin mengeruhkan hubungan antara Jamu dengan Tumenggung Patrakusumah, walaupun yang terakhir itu telah mengambil Jamu sebagai menantu.


Rd. Jamu menjadi Kepala Cutak, Rd. EMA menjadi Juru Tulis Di Cianjur


Jamu melarikan diri ke Malangbong, kemudian ke daerah Cianjur. Di Cianjur dia mendapat perlindungan dan kepercayaan dari Raden Aria Adipati Wiratanudatar VI yang ketika itu menjadi bupati (1776-1813). Bupati Wiratanudatar yang pernah mengenal ayah Jamu, bersimpati kepada anak muda itu. Diberinya pekerjaan di lingkungan kabupaten, dan ketika terbuka lowongan Kepala Cutak Cikalong Wetan, maka ditempatkannya di sana. Jamu pun dinikahkan dengan salah seorang kerabatnya yaitu Nyi Rd. Lenggang Kusumah Cucu RT. Natanagara (Bupati Bogor, 1769-1788).

Ketika Jamu duduk sebagai Kepala Cutak Cikalong Wetan itulah datang Ema Surialaga, adik sepupunya, yang juga merasa kurang aman hidup di tempat kelahirannya sendiri (Sumedang). Ema pun mendapat simpati Bupati Wiratanudatar. Dia diangkat sebagai Jurutulis Kabupaten, kemudian ketika ada lowongar, diangkat sebagai Mantri Gudang Kopi di Bogor, bahkan kemudian menjadi Bupati Bogor, Bupati Karawang dan Bupati Sukapura. Ema mengundurkan diri dari jabatan terakhir itu atas permintaannya sendiri.


Rd. Ema Suryalaga di Bogor


Pada saat Pangeran Kusumadinata IX / Pangeran Kornel menjadi Bupati Sumedang ke 14 (1791 – 1828), Raden Ema Suryalaga ditunjuk sebagai Mantri Gudang Kopi di Bogor antara tahun 1784-1789 (perkebunan Kopi di Bogor terkenal kualitasnya terbaik, berada di daerah Ciomas). Dalam posisinya sebagai Mantri Gudang Kopi, juga sebagai ningrat keturunan Sumedang Larang, karena usianya sudah cukup matang kedua orang tuanya menikahkan Raden Ema dengan Nyi Raden Hamsyah putri ke 14 dari Dalem Aria Wiratanudatar VI / Kyai Muhidin, Bupati Cianjur (1761-1776), dan menetap di Cibalagung-Bogor.

Belanda memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia ke Buitenzorg pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1810). Dengan sendirinya Buitenzorg disamping dikepalai oleh seorang Bupati juga terdapat Residen, Jaksa dan Gubernur Jenderal. Bupati yang menjabat di Buitenzorg tentunya harus memiliki Qualifikasi yang lebih dibanding daerah lainnya, oleh karena itu mengingat kecakapan dan pengalaman yang dimiliki RTA Suryalaga II cukup menonjol, juga karena sudah menguasai daerah Bogor / Buitenzorg, sekitar tahun 1801 ditunjuk menjadi Bupati Buitenzorg selama lebih kurang 10 tahun (1801-1811).

Raden Ema, semasa muda belia sampai menjadi Bupati dikenal sebagai orang yang tegas, berani dan jago ilmu bela diri. Tidak heran Pangeran Achmad Djajadiningrat dalam bukunya NOTES ON JAVA’S REGENT FAMILIES, 130 menulis: The English recreated his Regency but appointed as Bupati the "trouble shooter" R.A.A. Suria Laga (son of a Bupati of Sumedang, he was Regent of Kampong Baru/Bogor 1801-11, of Krawang 1811-13, of Tasikmalaya 1813-14 and, according to one account, also of Indramayu). But it was beyond the powers even of the "Fighting Sun" (Suria Laga)


RTA. Suryalaga II menjadi Bupati Penyelang di Karawang dan Bupati Indramayu(1811-1812)


Pada tahun 1811 Belanda kalah perang dengan Inggris, sehingga wilayah jajahan Belanda beralih kepada Inggris. Begitupun di Jawa, pergantian penguasa penjajah mengakibatkan banyak kebuntuan pada pemerintahan daerah termasuk Karawang. Pada masa gubernur jenderal Thomas Stamford Raffles banyak Bupati yang diganti dan dirotasi, termasuk Karawang.

Pada tahun 1811 Bupati Karawang dijabat oleh Raden Aria Sastradipura sebagai Bupati ke 6, oleh penguasa baru pada tahun 1811 digantikan oleh Raden Adipati Suryalaga II selama 2 tahun (1811-1812).

Dalam waktu yang hampir berbarengan, di Cirebon tepatnya di daerah Tomo (Kadipaten) terjadi kerusuhan yang akhirnya kerusuhan tersebut dapat dipadamkan atas dukungan RT. Suryalaga II yang akhirnya mendapatkan gelar Adipati dan kemudian dipindahkan ke Dermajoe (Indramayu).


RTA. Suryalaga II menjadi Bupati Penyelang di Sukapura (1813-1814)


Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles berdasarkan usulan Residen Bogor J.Mc.Quid jeung van Lawick van Pabst di Buitenzorg 31 Desember 1812 :

  1. Bupati Karawang ditunjuk jadi Bupati Sukapura;
  2. Tumenggung Parakanmuncang jadi Bupati Limbangan.

Selanjutnya Raffles mengeluarkan keputusan 16 Pebruari 1813 :

  1. Kabupaten Sukapura didirikan kembali tanpa distrik Suci; Panembong; dan Malangbong. yang menjabat Bupati yaitu Rd. Tumenggung Surialaga II, dengan ibukota di Singaparna

Keturunan RTA. Surialaga II

Mengacu kepada beberapa sumber yang dipercaya Sejarah Sumedang dari masa ke masa, NOTES_ON_JAVA’S_REGENT_FAMILIES dan "Silsilah Pangeran Santri-Koesoemaadinata", serta data dari pihak keluarga/ahli waris, diperkirakan RTA. Surialaga II, menikah dengan 9 orang istri dengan jangka waktu yang berbeda. Istri yang pertama bernama NR. Ratnagara, tidak dikaruniai anak. Kemudian menikah yang kedua kalinya dengan Nyi Raden Hamsyah (puteri no 14 Dalem Aria Wiratanudatar V / Kyai Muhidin, Bupati Cianjur) yang dinikahinya pada saat beliau berusia Dewasa/Mapan antara tahun 1784-1789 dimana pada usia tersebut beliau sedang menjabat sebagai Mantri Gudang Kopi di Bogor, dari pernikahan pertama beliau dikaruniai 4 orang putra. Sedangkan perkawinan ke tiga dengan RA. Radjanagara putri bungsu Pangeran Kornel, dikaruniai 5 putera-puteri. Perkawinan ke empat dengan NR Anggin, dikaruniai 1 orang putera. Perkawinan ke 5 dengan NR OJO, berputra 5 orang. Sedangkan pernikahan yang ke 6 dengan NR MOEDA mempunyai 6 anak. Pernikahan ketujuh dengan NR RASIMAH dikaruniai 1 anak. Pernikahan kedelapan dengan NR DEMPLO mempunyai 2 anak. sedangkan yang kesembilan dengan Neneknya Rd KARADJUMENA, dikaruniai 1 anak. Silsilah lengkap keturunan RA. Surialaga II, yaitu :

1.1.1.5.2.1.1.1.3.4 Dlm. Rd. Soeriadilaga ., II (Dalem Taloen. Aom Ema)
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X0 NR. Ratnanagara, (1.1.1.5.2.1.9.10)
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X1 NR. Kamsyiah or RA Hamsiah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.1 NR. Moertiningrat 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.2 Rd. Soeriabrata 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.3 Dlm. Tmg. Sindangradja SOERIADILAGA III / Rd. Hamzah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.4 Patih Rangga Candramenggala / Rd. Husen 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X2 RA. Radjanagara, (1.1.1.4.1.6.1.1.4)
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.5 NR. Radjainten / NR. Siti Aminah
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.6 NR. Radjamira
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.7 Rd. Soerianagara
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.8 Pangeran Soeriadiningrat
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.9 Rd. Surianingrat
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X3 NM. Anggin .. 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.10 Rd. Natadilaga 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X4 NM. Oyo .. 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.11 Rd. Tisnadilaga 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.12 Rd. Djajadilaga 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.13 Rd. Doelkaedah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.14 NR. Renggamoelja 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.15 NR. Gandaningroem 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X5 Nyi Muda .. 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.16 NR. Sekarmirah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.17 NR. Warsamirah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.18 NR. Natamirah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.19 NR. Gandamirah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.20 NR. Moenisah 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.21 Rd. Tojim 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X6 Nyi Rasimah .. 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.22 Rd. Ishak 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X7 Nyi Demplo .. 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.23 NR. Sitiningroem 
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4X7A Grand Mother of R Kartadjoemena .
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4.24 Father or Mother of R Kartadjoemena

Sources

  1. Salakanagara Fans Page -
  2. Silsilah Bupati Sukapura-Tasikmalaya -
  3. Sumedang Dari Masa ke Masa -
  4. Sabudeureun Garut -
  5. Suryalaga Bupati Bogor : "Empat Sastrawan Sunda Lama", Depdikbud -
  6. Buitenzorg, ANRI -
  7. NOTES ON J A V A ’S REGENT FAMILIES, Achmad Djajadiningrat -
  8. Silsilah Pangeran Santri : Gen. 01-13/2016 -
  9. F. De Haan : "PRIANGAN", p. 142] -

From grandparents to grandchildren

Grandparents
1.1.1.5.2.1.1.1. Dalem Istri Rajaningrat
birth: calculated 1681, Kalkulasi : (1664+17)
title: Bupati ke 7 (1744-1759)
1.1.1.5.2.1.9.2. Kd. Rangga Wangsadireja
birth: 1.1.1.5.2.1.9.2 Kd. Rangga Wangsadireja . (Dalem Rangga Wangsareja Sepuh) 1.1.1.5.2.1.9.2.1 Rd. Wangsadiraja . 1.1.1.5.2.1.9.2.2 NR. Kambang . 1.1.1.5.2.1.9.2.3 Rd. Sutapraja . 1.1.1.5.2.1.9.2.4 Ni.Rd. Purba . 1.1.1.5.2.1.9.2.5 Rd. Wangsadiraja II
1.1.1.5.2.1.9.5. Kd. Adipati Wangsareja / Dalem Rangga Wangsareja Anom / Dalem Limbangan
birth: 1.1.1.5.2.1.9.5 Kd. Adipati Wangsareja (Dalem Rangga Wangsaredja Anom, Dalem Limbangan) 1.1.1.5.2.1.9.5.1 NR. Ratnamantri . 1.1.1.5.2.1.9.5.2 Dlm. Tmg. Wangsareja . 1.1.1.5.2.1.9.5.3 Dlm. Adp. Wangsaraja . 1.1.1.5.2.1.9.5.4 Dlm .Adp. Surapraja . 1.1.1.5.2.1.9.5.5 Rd. Wirareja .
Grandparents
Parents
1.1.1.5.2.1.1.1.1. Dalem Rd. Anom Kusumahdinata VIII (Dalem Anom)
birth: calculated 1698, Kalkulasi : (1681+17)
title: Bupati ke 8 (1759-1761), tidak ada keturunan
1.1.1.5.2.1.1.1.2. Adipati Surianagara II
birth: calculated 1702
title: Bupati ke 9 (1761-1765)
marriage: 1.1.1.4.1.6.1 Ni Mas Nagakasih
1.1.1.5.2.1.1.1.3. Dalem. Rd. Soerialaga / Soerialaga I / Adipati Kusumadinata
birth: 1.1.1.5.2.1.1.1.3 Dlm. Rd. Soerialaga . 1.1.1.5.2.1.1.1.3.1 Rd. Soeriadinata . 1.1.1.5.2.1.1.1.3.2 Rd. Soeradipradja . 1.1.1.5.2.1.1.1.3.3 Rd. Sawon . 1.1.1.5.2.1.1.1.3.4 Dlm. Rd. Soeriadilaga ., II 1.1.1.5.2.1.1.1.3.5 Rd. Sekarwiredja . 1.1.1.5.2.1.1.1.3.6 NR. Moeljanagara .
birth: calculated 1703
title: Bupati ke 10 Tahun (1765 – 1773)
Parents
 
== 3 ==
NR. Moeda............
birth: Isteri #6
NR. Rasimah
birth: Isteri #7
NR. Demplo......
birth: Isteri #8
Nenek Rd Kartadjumena
birth: Isteri #9
1.1.1.5.2.1.1.1.3.4. Dalem Raden Soerialaga II / Raden Tumenggung Suryalaga II (Dalem Taloen)
birth: calculated 1764
marriage: 1.1.1.5.2.1.9.10. NR. Ratnanagara
marriage: 14. Nyi Raden Hamsyiah
marriage: 1.1.1.4.1.6.1.1.4. Raden Ayu Radjanagara
marriage:
occupation: from 1784 - 1789, Cibalagung, Ciomas, Mantri Gudang Kopi pada perkebunan Kopi
title: from 4 April 1801 - 1811, Bupati Bogor
title: 15 January 1805, Mendapat Gelar Tommongong, Den regent van Buitenzorg vereerd met den titul van Tommongong, 15 Januari 1805.
title: from 1811 - 6 March 1812, Karawang, Bupati Karawang (bupati penyelang)
title: from 6 March 1812 - 16 February 1813, Indramayu & Kandanghaur
title: from 16 February 1813 - 29 September 1814, Singaparna, Bupati Sukapura
== 3 ==
Children
Nyi Rd. Pulan (#1)
birth: calculated 1795
Nyi Rd. Sarimantri (#2)
birth: calculated 1800
Nyi Rd. Pulan (#3)
birth: calculated 1805
Nyi Rd. Pulan (#4)
birth: calculated 1810
Nyi Rd. Pulan (#5)
birth: calculated 1815
4. Patih Rangga Candramenggala
birth: calculated 1786, (1768+17+1)
title: Bogor, Patih Bogor
occupation: 20 May 1822, Tjamat Tjiomas
title: 1830, Bogor, Hoofd Djaksa
death: 1857, Pasirkuda, Bogor
3. Dlm. Tmg. Sindangradja Soeriadilaga, III / Rd. Hamzah
title: Bupati Sumedang ke 17 Tahun (1833 – 1836)
Children
Grandchildren
6.2.1.1. Nyi Rd Murtasiah
birth: calculated 1814
6.2.1.3. Raden Tumenggung Adipati Suradimenggala
birth: calculated 1819
occupation: from 27 September 1866 - 6 October 1876, Hoofd Djaksa Buitenzorg
occupation: from 12 August 1876 - 31 July 1884, Bupati Bogor Ke 19
title: 1878, Pernikahan dengan RAy. Gondomirah (Cucu P. Djonet bin P. Diponegoro)
title: 12 October 1878, Suksesi gelar Tumenggung kepada R.Rg. Wiradimanggala (Putera NR. Murtasiah, "BATAVIAASCH HANDELBLAD 12-10-1878")
death: 23 June 1889, Pemakaman Gunung Batu-Bogor (Belakang Masjid Kaum Gubung Batu)
6.2.1.4. Nyi Rd Kasmirah
birth: calculated 1826
6.2.1.6. Rd. Sacamenggala
birth: calculated 1824
6.2.1.8. Rd. Abdul / Rd. Abdullah
birth: calculated 1831
6.2.1.10. Rd. Muhyi / Rd. Muhiji
birth: calculated 1836
6.2.1.14. Rd. Mutalib
birth: calculated 1834
Raden H. Said Adibrata
birth: Ciamis, Jawa Barat
death: Ciamis, Jawa Barat
18. Raden H. Jayawinata (Rd. Habibullah)
birth: Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat
marriage: Nyi R. Hj. Siti Madi'ah
burial: Sindangbarang, Cianjur Selatan
Grandchildren

Personal tools
In other languages